ooo

Photobucket TERIMAKASIH KAWAN DAH DATANG Photobucket YE YE YEPhotobucketSUDILAH KOMEN YAPhotobucketTO BE COOL LIKE MEPhotobucketSELAMAT ONLINE Photobucket jangan SPAM ie

TERISTIMEWA..

Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Desember 2012

PONSEL GOKIL COY

Bismillahirohmanoirohim
keren gak sih, hp ini memiliki kekuatan super
bisa trasformasi menjadi R O B O T...hohohoho....
bisa lah jagain pemiliknya dari gangguan hama, parasit penganggu ketentraman.
tak payah bawa bodyguard lagi.. 
macam betolll je


kalo yang satu ini, si transparan..
amboyyy sxsy nye HP. 
 di lihat di raba di trawang pun bisa.



 nahhhhhhhh...sekarang coba tebak ini apa ayooooo???
tau gak sih lho ....
ini juga HP
"laen macam je...macam dompet lah"
emmm....emang bener...
ponsel ini bisa di lipat karna bahan nya fleksibel..dan bisa di rentangkan
heheh bisa lah jadi bungkusan  cake  kalau kita balek dari kenduri rumah kawan..



kalau yang satu ini...
tak lah ganjel sangat kan..
tapi tetap lah unic...
untong je warna die putih susu
kalau tak 
ade jugak  siket rupe macam sebongkah batu
salah-salah di buat pelempo dog pulank





waduhhhh..apaan ne...
santai broo...
gak gigit ko..walau bentuknya kaya ular tapi dia jinak...hehhehe
ponsel ini di disain seperti ular melingkar 
binggung gimana makenya ????

di gelangin di tangan brayyy...
bagi kita yang sula lupa, kayanya cocok ni ...


kalo gue, suka yang model transparan....gimana kalo u????


KALO MAU TAU INFO YANG SEBENAR-BENARNYA NYA SILAKAN KE  SINI

the end brayy,,


Kamis, 19 Mei 2011

JOKO WIDODO..^___^


Untuk menjadi baik itu mudah tapi yang sulit
adalah untuk tetap menjadi baik.

“JANGAN ADA KEPENTINGAN, SELAIN KEPENTINGAN RAKYAT’’


Malam2 nonton Mata Majua. Sekilas di lihat gak kenal sama narasumbernya..eh ternyata dia seorang wali kota solo. Awalnya gak ada yg menarik dari dia..gak ganteng gak terkenal juga kayaknya.(atau ku aja yg gak tau kali ya..hahhah

Tapi walau sampulnya tidak meyakinkan,tenyata oh ternyata isinya luarbiasa.
Aku jatuh hati padanya..JOKO WIDODO..ohhh JOKO WIDODO….
Gimana coba gak jatuh hati sama ni orang…

Seorang pemimpin yang mencintai rakyat nya. Dan ini bukan selogan MELAINKAN kesan yang berasal dari mulut-mulut maysrakat solo, sampai-sampai kemenangan nya sebagai walikota di priode ke dua dengan hasil suara sebesar 91%. Ini semua adalah bukti cinta rakyat solo ke beliau.

sikapnya yang sanggat menarik hati , selama menjabat sebagai walikota belaiau tidak pernah menggambil gaji, memakai mobil dinas yg sudah berumur 10 tahun( hingga supir nya sering di ledek oleh supir-supir pejabat lain karna mobilnya paling butut), menyelesaikan masalah PKL dengan pendekatan hati( melakukan hubungan silaturahmi makan siang sama2 PLK, membangun hubungan yang dekat sehingga pada akhirnya beliau mendapat kepercayaan dari
PKL dan setelah berjalan hampir 7 bulan dan
pada akhirnya pedagang kaki 5 brsedia dengan senang hati untuk di pindahkan.
Katanya ini bentuk interpensi social.
Metode ilmiah yang bisa menjadi jalan keluar yang ampuh untuk masalah PKL. Walau membutuhkan masa yang lama


Agar pasar tradisional unggul, selain menata fisik bangunan, dia juga berusaha mengubah pola pelayanan dan perilaku pedagang. ”Kesan pasar kotor dan jorok harus diubah jadi bersih dan higienis.

“ Pasar tradisional itu adalah ekonomi sebenar rakyat kita sehingga ini yang harus di dorong.

Coba lihat apa yg di jual di sana semua adalah produk asli dari rakyat2 kita juga.
Makanya Mal dan supermarket dan mini market di atur izinnya, ujiar JOKOWI pangilan akrabnya.

Dalam bidang pendidikan, ia antara lain membangun Taman Cerdas bagi anak-anak tak mampu untuk mengakses perpustakaan dan komputer.

Sebelum menjadi walikota, beliau adalah seorang pedagang mebel, yang sukses.
Hal yang lucu ketika apel bendera pertama setelah menjadi walikota, ia membuat ”lelucon”. Waktu penghormatan, tangannya terlalu lama di atas, padahal semua pegawai menunggu dia menurunkan tangan.
”Setelah kejadian itu, kalau upacara, saya minta digeladi resik dulu. Maklum, 30 tahun saya enggak pernah ikut upacara ha-ha-ha.”





http://kliksosok.blogspot.com/2008/03/joko-widodo-dan-misi-mengorangkan-wong.html

Sabtu, 11 Desember 2010

Nasehat Umar Bin Khattab

“Barangsiapa meninggalkan ucapan yang tidak perlu, maka dia akan diberi hikmah”
“Barangsiapa meninggalkan penglihatan yang tidak perlu, maka dia akan diberi kekhusyu’an dalam hati”
“Barangsiapa meninggalkan makan yang berlebihan, maka dia diberi kenikmatan beribadah”
“Barangsiapa meninggalkan tertawa yang berlebihan, maka dia akan diberi kewibawaan”
“Barangsiapa meninggalkan humor, maka dia akan diberi kehormatan”
“Barangsiapa meninggalkan cinta duniawi, maka dia akan diberi kecintaan kepada akhirat”
“Barangsiapa meninggalkan perhatiannya kepada aib orang lain, maka dia akan diberi kemampuan untuk memperbaiki aibnya sendiri”
“Barangsiapa meninggalkan penelitian tentang bagaimana wujud Allah, maka dia akan terhindar dari nifaq”
“Saya benci melihat orang yang punya waktu luang tanpa diisi dengan kegiatan ukhrawi, tak pula dengan kegiatan duniawi”

semoga menjadi renungan kita bersama, mudah2an dapat mengambil pelajaran......

Rabu, 01 Desember 2010

kisah hikmah : SIASAT KELELAWAR





http://ssehati.wordpress.com/2008/05/07/siasat-kelelawar/

“Integritas merupakan kekayaan yang bisa dipakai untuk mengatasi kesulitan hidup ini.”
Perang meletus di planet ini! Bukan perang Baratayuda! Bukan pula perang Teluk! Perang itu terjadi antara bangsa burung melawan bangsa binatang buas. Saat pertempuran fajar hari itu, burung-burung nyaris kalah. Lalu kelelawar melihat gelagat bahwa mereka akan kalah total. Ia menjauh dan bersembunyi di balik pohon, dan berdiam diri hingga pertempuran itu berakhir.
Lalu binatang-binatang buas meninggalkan medan pertempuran, dan kelelawar ikut bergabung bersama mereka! Setelah beberapa saat para binatang buas itu saling bertanya, “Lho, bukankah kelelawar itu termasuk burung yang bertempur melawan kita?”
Percakapan itu didengar kelelawar, ia pun berkata, “Oh, tidak. Aku termasuk bangsa kalian. Aku bukan bangsa burung. Apa kalian pernah melihat burung bergigi ganda? Kalian bisa periksa mulut burung-burung itu, pasti tidak ada yang bergigi ganda. Kalau kalian bisa menemukan seekor burung saja yang bergigi ganda, maka aku boleh kalian tuduh sebagai burung. Tapi, kalau tidak, itu artinya aku adalah sebangsa dengan kalian, binatang buas!”
Binatang-binatang buas terdiam. Dibiarkanlah kelelawar hidup di perkampungan mereka. Perang sempat jeda, sampai akhirnya tiba-tiba bangsa burung menyerbu perkampungan binatang buas. Binatang-binatang buas itu kalang kabut. Pertempuran itu berlangsung tak lama. Kelelawar hanya menyaksikan pertempuran itu dari balik ranting-ranting pohon. Berakhirlah perang itu dengan kemenangan bangsa burung! Dan, kelelawar ikut pulang ke perkampungan bangsa burung. Saat para burung melihatnya, mereka menegur kelelawar, “Hai, kamu itu musuh kami. Kami melihat engkau bersama binatang buas itu dan ikut melawan kami!”
“Tidak, kalian salah lihat!” kelelawar mengelak. “Aku ini bangsa kalian. Apa kalian buta dengan mengatakan aku sebagai binatang buas? Apakah kalian pernah melihat seekor binatang buas memiliki sayap? Temukan seekor yang bersayap, baru kalian bisa tuduh aku si binatang buas!” gertak kelelawar. Burung-burung tak lagi berkicau, mereka diam dan membiarkan kelelawar membuat sarangnya berdampingan dengan mereka.
Tak ada perang yang tak berakhir! Pepatah itu ternyata berlaku untuk kedua bangsa binatang itu. Mereka berdamai dan sepakat mendirikan Persatuan Bangsa Binatang. Dalam sidang perdana PBB itu, mereka gunakan untuk membahas kelelawar. Setelah sekian banyak prajurit memberikan kesaksian, maka pimpinan sidang PBB berkesimpulan: “Jadi, kelelawar itu selalu berpindah-pindah pihak selama peperangan berlangsung? Siasat kelelawar itu benar-benar menunjukkan bahwa dia itu cacat moral, tercela sebagai binatang. Kelelawar tidak memiliki integritas!”
Sidang PBB pun menjatuhkan vonis kepada kelelawar, “Hai, kelelawar, kami akan kenakan sanksi embargo kepadamu! Mulai sekarang kamu hanya boleh terbang pada malam hari. Kamu tidak akan pernah mempunyai teman, baik mereka yang terbang maupun yang berjalan!”
Kelelawar pun tertunduk lesu meratapi nasibnya. Ia tidak pernah menyadari bahwa integritas itu merupakan kekayaan yang bisa dipakai untuk mengatasi kesulitan hidup ini.

CERITA PETANI

http://ssehati.wordpress.com/category/kisah-berhikmah/page/2/


Alkisah jaman dahulu kala ada seorang petani miskin yang hidup dengan seorang putera nya. Mereka hanya memiliki seekor kuda kurus yang sehari-hari membantu mereka menggarap ladang mereka yang tidak seberapa. Pada suatu hari, kuda pak tani satu2 nya tersebut menghilang, lari begitu saja dari kandang menuju hutan.
Orang-orang di kampung yang mendengar berita itu
berkata: “Wahai Pak tani, sungguh malang nasibmu!”.
Pak tani hanya menjawab, “Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …”
Keesokan hari nya, ternyata kuda pak Tani kembali ke kandangnya, dengan membawa 100 kuda liar dari hutan. Segera ladang pak Tani yang tidak seberapa luas dipenuhi oleh 100 ekor kuda jantan yang gagah perkasa. Orang2 dari kampung berbondong datang dan segera mengerumuni “koleksi” kuda2 yang berharga mahal tersebut dengan kagum. Pedagang2 kuda segera menawar kuda2 tersebut dengan harga tinggi, untuk dijinakkan dan dijual. Pak Tani pun menerima uang dalam jumlah banyak, dan hanya menyisakan 1 kuda liar untuk berkebun membantu kuda tua nya.
Orang-orang di kampung yang melihat peristiwa itu
berkata: “Wahai Pak tani, sungguh beruntung nasibmu!”.
Pak tani hanya menjawab, “Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …”
Keesokan hari nya, anak pak Tani pun dengan penuh semangat berusaha menjinakan kuda baru nya. Namun, ternyata kuda tersebut terlalu kuat, sehingga pemuda itu jatuh dan patah kaki nya.
Orang-orang di kampung yang melihat peristiwa itu
berkata: “Wahai Pak tani, sungguh malang nasibmu!”.
Pak tani hanya menjawab, “Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …”
Pemuda itupun terbaring dengan kaki terbalut untuk menyembuhkan patah kaki nya. Perlu waktu lama hingga tulang nya yang patah akan baik kembali. Keesokan hari nya, datanglah Panglima Perang Raja ke desa itu. Dan memerintahkan seluruh pemuda untuk bergabung menjadi pasukan raja untuk bertempur melawan musuh di tempat yang jauh. Seluruh pemuda pun wajib bergabung, kecuali yang sakit dan cacat. Anak pak Tani pun tidak harus berperang karena dia cacat.
Orang-orang di kampung berurai air mata melepas putra-putra nya bertempur, dan berkata: “Wahai Pak tani, sungguh beruntung nasibmu!”.
Pak tani hanya menjawab, “Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …”
Kisah di atas, mengungkapkan suatu sikap yang sering disebut: non-judgement. Sebagai manusia, kita memiliki keterbatasan untuk memahami rangkaian kejadian yang diskenariokan Sang Maha Sutradara. Apa2 yang kita sebut hari ini sebagai “kesialan”, barangkali di masa depan baru ketahuan adalah jalan menuju “keberuntungan”. Maka orang2 seperti Pak Tani di atas, berhenti untuk “menghakimi” kejadian dengan label2 “beruntung”, “sial”, dan sebagainya.
Karena, siapalah kita ini menghakimi kejadian yang kita sunguh tidak tahu bagaimana hasil akhirnya nanti. Seorang karyawan yang dipecat perusahaan nya, bisa jadi bukan suatu “kesialan”, manakala ternyata status job-less nya telah memecut dan membuka jalan bagi dirinya untuk menjadi boss besar di perusahaan lain. Maka berhentilah menghakimi apa yang terjadi hari ini, kejadian –kejadian PHK , Paket Hengkang , Mutasi tugas dan apapun namanya itu. . . . karena .. sungguh kita tidak tahu apa yang terjadi kemudian dibalik peristiwa itu (di).
” Hadapi badai kehidupan sebesar apapun , Tuhan tahu kemampuan kita.
Kapal hebat diciptakan bukan hanya untuk disandarkan di dermaga saja “.

kisah hikmah; Satu Nasehat Dua Pengertian

Dahulu kala ada 2 orang kakak beradik. Ketika ayahnya meninggal sebelumnya berpesan dua hal: pertama jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu, dan kedua jika mereka pergi dari rumah ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.
Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.
Ibunya yang masih hidup menanyakan hal itu kepada mereka. Jawab anak yang bungsu:
Inilah karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, dan sebagai akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih. Juga ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong. Sebetulnya dengan jalan kaki saja cukup, tetapi karena pesan ayah demikian maka akibatnya pengeluaranku bertambah banyak.
Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, ibupun bertanya hal yang sama. Jawab anak sulung:
Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak menghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak susut.Juga ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam. Akibatnya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup. Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris karena mempunyai jam kerja lebih lama.
Perbedaan dalam menafsirkan sesuatu , itulah yang disebut dengan paradigma atau sudut pandang , dan ini banyak dipengaruhi oleh pengalaman , pendidikan , nilai – nilai , belief dan pembelajaran serta sikap seseorang dalam mengambil keputusan.
Semakin positif unsur – unsur yang disebutkan diatas , maka semakin positif pula paradigma seseorang.
Nah sekarang terserah anda , mau pilih yang mana ?

 ku copy paste dari sini lho....
http://ssehati.wordpress.com/category/kisah-berhikmah/page/2/