
Apakah binggung bias menjadi rasa yg pantas hadir?
Kesan ganjil meriyakan silam yang selama ini mulai tenang
Dikau…
Taman tempat para mawar
bajingan jiwa aku
Berpeluk pada kebodohan
Taman bukan tempat ilalang
Ku tau siapa aku lebih dari pengetahuannya tentang diri ku
Semua keindahan yang nyata dan maya telah ku pertontonkan padanya
Membantunya melukis keindahan dalam harap-harapnya untuk pakayannya kelak
Ku bertanya pada jiwa, apa yang kau rasa?
Jawabannya tersebar di pikiran. Belum mau berkumpul menjadi barisan utuh hingga ku mudah membaca mau ku.
sulitnya menulis kata itu Kalau hati belum hadir
apakah aku sayang. Iya dengan tegas
apakah aku butuh. Iya dengan tegas
tapi apakah aku mencintainya. Ku tak dapat kata itu di hati
kata itu ada di ruang lain
dimana anggin telah membawanya jauh..jauhhhhh sekali
mungkin bukan waktunya berkata cinta
apakah memang ini gayaku mencintai
mengabaikannya kala ada dan kesedihan kala telah hilanag.

Lupakan diriku
Tak layak kita bersatu
Bermimpi pun ku tak sanggup
Untuk hidup bersama mu
Terlalu terang jalan mu
Terlalu silau diri ku tertatih
Melihat mu sudah culkup bagi ku
Mengenal mu itu indah untuk ku.
Biarkan perih ku rasa
Untuk membayar semua
Celah yg kau beri untuk ku
Melihat mu dari jauh..
Perlu ku bunuh rasa ku
Yg tumbuh dalam silap nya waktu
Jelas kau sebuah laluan
Yang membuat ku takut
Tak pernah aku menyangka
Kamu sudi tinggalkan rasa
Memberiku mencuri waktumu
Dalam sibuk ya hari mu
Berjuang untuk mulihkan
rAsa yg tak pantas hadir
menyadarkan mimpi indah..
hanya mimpi