sepi di lorong waktu ini
terbungkam karna bayang-bayang fikiran
terasa sayat-sayat hati ketika bayangnya lalu-lalang dalam benak
pasti untuk yang tak pasti
niscaya untuk mungkin
bagai pastinya diam dalam suara
senyum dalam suka
sedih dalam duka
tenang diluar bagai air tak beriak
kacau didalam bagai ruang diterpa badai
entah untuk tanya
ragu untuk jawaban
hambar untuk balasan
berkisah tentang silam
sejarah kasih pilu yang minta penawar
aku hanya penawar
tak berguna untuk yang sehat
bertitik sebagai tanda berhenti.





